Tutorial Pemrograman Pascal

Author: Ifan Iqbal · Time: Tuesday, September 17, 2013 · Label: Tutorial · Comment: 2

Hai. Ini saya buatkan tutorial pemrograman pascal untuk pemula. Tutorial ini saya buat terutama untuk adik-adik peserta ekstrakurikuler pemrograman (pascal) di SMAN 1 Bangkalan. Seiring berjalannya waktu, tutorial ini akan terus saya benahi, jadi terima kasih saya ucapkan bagi siapa saja yang berkenan memberikan saran dan masukan, termasuk kodingan :)
Silakan baca langsung dari skydrive. Kalau bisa diunduh ya silakan diunduh. Jika ada pertanyaan, mari kita diskusikan. Ini dia link nya.

Cara Delete Grup Facebook Yang Banyak Anggotanya (dengan script jQuery)

Author: Ifan Iqbal · Time: Wednesday, September 11, 2013 · Label: Coding, Tutorial · Comment: 18

Pada dasarnya, menghapus grup facebook dengan menggunakan script membantu kamu mengotomasi proses penghapusan anggota grup satu persatu hingga akhirnya kamulah (sebagai admin) yang terakhir dihapus. Setelah orang terakhir dihapus, grup facebook pun juga akan terhapus.

Sudah ada beberapa script javascript yang beredar di Internet untuk membantu kamu melakukan penghapusan grup. Nah, berhubung yang beredar masih javascript, ini saya buatkan versi jQuery nya. Apa sih bedanya?

Menurut saya, dengan jQuery, sintaks script lebih mudah dibaca dan dimengerti. Jadi, teman-teman gak perlu khawatir karena script nya gak mengandung hal yang macem-macem. Dengan jQuery juga, apabila ada kesalahan dan butuh penyesuaian tentang langkah-langkah menghapus grup, penyesuaian dan perbaikan skrip lebih mudah dan luwes dilakukan.

Gimana cara pakai script jQuery ini untuk menghapus grup facebook yang memiliki banyak anggota?

Simple Blogger API Application Example

Author: Ifan Iqbal · Time: Tuesday, July 16, 2013 · Label: · Comment: 2

Isi field 'URL Blogger' di bawah ini dengan URL blog yang ingin kamu dapatkan informasinya dengan menggunakan Google Blogger API versi 3.0. Sebagai contoh, kamu bisa mengisinya dengan ifaniqbal.blogspot.com atau dengan www.ifaniqbal.com (apabila kamu sudah membuat custom domain). Setelah itu klik tombol 'Ayo!' kemudian lihat apa yang terjadi.

http://

10 Contoh Konfigurasi IPTABLES

Author: Ifan Iqbal · Time: Wednesday, June 19, 2013 · Label: Kuliah, Tutorial · Comment: 3

Hai. Berikut ini akan aku bagi beberapa contoh perintah IPTABLES untuk berbagai keperluan. Kalau kamu belum paham tentang apa itu iptables, baca posting blog ku tentang pertanyaan seputar IPTABLES.
Perlu diketahui bahwa dalam konfigurasi IPTABLES di bawah ini, saya menggunakan topologi yang telah saya buat sebelumnya. Silakan baca panduan subnetting yang berisi rincian topologi yang digunakan di artikel ini.
Oya, bisa jadi lho konfigurasi ini kurang tepat. Oleh karena itu, semua masukan dan koreksi akan dengan senang hati saya terima.
Baiklah, langsung saja. Inilah dia 10 contoh konfigurasi firewall menggunakan iptables.

Pertanyaan Seputar Konfigurasi Firewall Menggunakan IPTABLES

Author: Ifan Iqbal · Time: Wednesday, June 19, 2013 · Label: Kuliah, Tutorial · Comment: 4

Berikut ini pertanyaan dan jawaban seputar konfigurasi IPTABLES sebagai firewall. Ada sepuluh pertanyaan. Ini dia daftar pertanyaannya.
  1. Apakah yang dimaksud dengan IPTABLES?
  2. Bagaimana aturan penulisan dalam IPTABLES?
  3. IPTABLES mempunya berapa table? Sebutkan dan jelaskan perbedaannya!
  4. Pada table Filter, terdapat 3 jenis chain, sebutkan dan jelaskan perbedaannya!
  5. Sebutkan dan jelaskan 3 jenis NAT!
  6. Apa yang membedakan Mangle dengan table yang lain? Jelaskan!
  7. Apa tujuan dari penggunaan Chain Prerouting dengan Chain Postrouting? Jelaskan!
  8. Dalam Penulisan IPTABLES, pada bagian Target, terdapat special property. Sebutkan dan jelaskan apa saja special property tersebut!
  9. Beberapa special property dari bagian Target adalah Drop dan Reject, jelaskan dan sebutkan perbedaannya!
  10. Jelaskan contoh IPTABLES berikut ini!
iptables –A FORWARD –s 0/0 –I eth0 –d 192.168.1.58 –o eth1 –p TCP –sport 1024:65535 –m multiport –dports 80,443 –j ACCEPT

Panduan Subnetting

Author: Ifan Iqbal · Time: Wednesday, June 12, 2013 · Label: Kuliah, Tutorial · Comment: 1


Subnetting

Tugas kita di sini adalah mengonfigurasi jaringan sesuai dengan topologi tersebut. Kita akan melakukan subnetting pada konfigurasi tersebut. Subnetting yang dilakukan di sini termasuk dalam jenis VLSM CIDR, yaitu di mana subnetting dimulai dengan membuat subnet besar secara keseluruhan untuk kemudian dibagi-bagi lagi menjadi subnet-subnet kecil. Keunggulan metode subnetting seperti itu adalah hanya diperlukan sedikit static routing pada konfigurasi router-router utama. Router yang menjembatani subnet yang paling ujung hanya perlu menambahkan rute default gateway.
Dasar network ID yang digunakan untuk router utama (tugu_pahlawan) adalah 10.0.0.0/8. Sebenarnya, kita bebas memilih network ID yang mana saja. Namun, network ID tersebut merupakan network ID private yang paling banyak dapat mengalokasikan alamat untuk subnetting.
Sedikit perhatian lebih perlu diberikan kepada subnet yang memuat DMZ tp dan gm. Sesuai dengan permintaan soal, tp dan gm harus memiliki subnet dengan network ID 10.151.71.64/29. Oleh karena terdapat dua subnet DMZ dan pada masing-masing subnet tersebut dibutuhkan dua range IP, konfigurasi yang paling memenuhi persyaratan tersebut adalah:

Pemasangan dan Konfigurasi DHCP Server

Author: Ifan Iqbal · Time: Saturday, May 11, 2013 · Label: Kuliah, Tutorial · Comment: 0

Ø  Studi kasus mengenai DHCP
Settinglah konfigurasi IP secara DHCP di mana server DHCP ada di dalam Elmo dengan ketentuan:
- host tom, jerry, spike, dan doraemon mendapatkan IP secara DHCP sesuai dengan IP yang sudah ditentukan di topologi
  • untuk host snoppy dan woodstock:
  • untuk soal DNS (IP di set secara statis)
  • untuk soal DHCP, snoopy dan woodstock harus mendapatkan IP random
Pembahasan:
Sebelumnya telah dijelaskan pada pengerjaan soal DNS, kami menggunakan dua subnet pada topologi modul 3 ini. Sehingga, untuk pengerjaan soal DHCP ini, kami akan menggabungkan kedua subnet tersebut karena DHCP Server hanya akan diinstall pada host Elmo. Agar semua host dapat menerima settingan DHCP Server dari host Elmo, maka kami akan menggabungkan kedua subnet dari topologi yang kami buat sebelumnya pada pengerjaan soal DNS. Untuk menggabungkan kedua subnet tersebut, kami akan menggunakan bridge. Untuk pemasangan bridge, langkahnya adalah sebagai berikut: